Level 1 : Pertemanan

Sesuai dengan tujuan penulisan buku ini istilah ‘Pertemanan’ berarti awal ketertarikan romantis bisa bertumbuh. Tentu saja tidak semua hubungan pertemanan akan berkembang menjadi hubungan romantis. Tapi menjadi seorang teman memberi kesempatan bagi pria maupun wanita untuk dengan bebas mengenal satu sama lain tanpa ekspektasi apapun dan melihat kemungkinan yang ada. Fase ini melibatkan situasi kelompok, banyak orang di sekitar, dan menikmati pertemanan dengan sebanyak mungkin orang di saat yang sama.

Firman ini mengajarkan kita untuk menjadi sosok yang ramah; ini akan membantu kita membangun banyak pertemanan. Tentu saja, diluar dari kelompok pertemanan yang besar kita akan menemukan kelompok lebih kecil yang lebih akrab, ini sehat dan wajar, tapi jangan jadi menutup diri; bersiaplah untuk berkenalan dengan teman baru.

Pertanyaan

Sebutkan 3 sifat yang kau sukai / harapkan dari temanmu!

Sesi Pertanyaan

Pertanyaan 1

Siapa yang seharusnya atau tidak seharusnya saya anggap sebagai ‘Teman’?

Jawaban 1

Menjadi ramah memberikanmu kesempatan untuk melihat dan menentukan akan cocok untuk dekat dengan siapakah kamu nanti.Bila kamu malu-malu, akan lebih mudah untuk membiarkan orang memberikan kesempatan padamu. Tetapi, teman dekat adalah seseorang yang cukup memberi dampak dalam kehidupanmu, baik menguatkan ataupun malah melemahkanmu, jadi pilihlah teman baik dengan benar.

 

Kita cenderung ingin berteman dengan orang-orang yang memiliki kemiripan dengan kita seperti nilai kehidupan, ketertarikan, pemikiran, selera humor, atau sifat yang kita sukai. Sisi baiknya hal tersebut dapat mendewasakan kita. Tetapi mereka yang sengit, iri hati, penuh dendam justru akan memberikan dampak negatif terhadap teman mereka

 

Saat kita memilih teman baru, terdapat resiko atas penolakan. Pada saat itu, lihatlah Tuhan sebagai sahabat kita. Dia ada untukmu dan selalu berada di dekatmu. Artinya kamu tidak akan pernah kesepian dan tak memiliki teman. Dia telah menetapkan teman terbaik untukmu; di tempat dan waktu yang tepat. Jadi kamu tak perlu gelisah atas itu

Pertanyaan 2

Apa yang bisa kamu lakukan untuk bisa mengenal satu sama lain jika kamu berada di lingkaran pertemanan yang berbeda?

Jawaban 2

Jadilah kreatif!

 

1. Minta bantuan teman, tanpa membuatnya terlalu jelas: hal-hal seperti pengaturan urutan duduk yang didalangi atau perkenalan berdasarkan ketertarikan pada hal yang sama – cth. “perkenalkan ini Lisa, dia menyukai grup band itu juga.”

 

2. Menyarankan agar grup pertemanan yang berbeda bertemu untuk sebuah acara atau jalan-jalan bersama.

 

3. Coba cara yang tidak agresif untuk mencari tahu lebih banyak tentang orang yang kamu sukai, seperti lewat social media, intip siapa teman-teman dan foto-fotonya bisa memberimu banyak informasi tentang dia.

 

4. Mulai mengenal teman-temannya (mereka bisa menjadi sumber informasi yang berguna dan, di beberapa waktu, orang yang membantumu)

 

5. Mintalah nasihat pada pasangan lain yang dulunya mungkin mengatasi halangan yang sama (saran yang berguna)

Pertanyaan 3

Apakah kamu punya saran untuk seseorang yang bisa menjadi sangat gugup dan tidak dapat berbicara kepada orang yang dia sukai. Bagaimana dia bisa mengatasi hal itu?

Jawaban 3

Ada dua jenis kelompok orang yang mengalami hal itu yang terlihat di pertanyaanmu.

 

Kelompok pertama bisa saja tertarik untuk mengetahui kalau beberapa orang ‘berbicara terlalu banyak’ saat mereka gugup. Bahkan orang yang sangat percaya diri sekalipun bisa sangat gelisah saat ada lawan jenis. Banyak kali, rasa gugup adalah bagian dari proses dan sangat wajar. Buang tekanan pada dirimu dengan merendahkah ekspektasimu. Kamu mesti mengarah pada pertemanan, tidak lebih. Juga, semakin kamu menghadapi ketakutanmu, dan berbicara padanya, akan lebih mudah untuk waktu-waktu berikutnya. Karena kita semua pernah mengalami gugup, kita mesti ingat untuk memberikan kesempatan pada orang untuk mengatasi rasa gugup mereka. Selain itu, beberapa orang tertarik pada tipe gugup yang ‘tidak bisa berbicara’ dan beberapa lain menyukai tipe yang ‘berbicara terlalu banyak’. Jadi jangan salahkan dirimu karena mengalami ini, karena kebanyakan orang mengalaminya juga pada tingkat yang berbeda dan akan ada seseorang yang tertarik padamu meskipun kamu gugup.

 

Kelompok kedua mengalami rasa gelisah yang bahkan membuat mereka merasa lumpuh dengan rasa takut. Jenis ketakutan ini tidak wajar dan bisa saja disebabkan oleh satu atau lebih pengalaman buruk di masa lalu, seperti penganiayaan seksual, perkosaan, komentar merendahkan secara seksual oleh lawan jenis, dll. Adalah penting bahwa jika kamu termasuk dalam kategori ini, mintalah bantuan pada pemimpin life group yang bisa mendengar dan berdoa agar kuasa dari pengalaman buruk ini dibuang dari hidupmu. Menyadari kalau kita tidak perlu menjadi hamba dari pengamalam buruk di masa lalu kita adalah langkah awal menuju rasa bebas untuk membangun hubungan yang sehat di masa depan.

Pertanyaan 4

Dapatkah aku membangun sebuah hubungan walaupun aku masih seorang pelajar dan belum memikirkan tentang pernikahan dalam jangka waktu dekat di masa depan?

Jawaban 4

Ini tergantung pada berapa lama kamu akan menyelesaikan pendidikanmu dan kondisi keuanganmu.

 

Contohnya, jika kamu memiliki 2 tahun lagi sebelum menyelesaikan pendidikanmu, ini mungkin saja. Tapi jika kamu masih memiliki 4 tahun atau lebih sebelum lulus, ini akan bisa menjadi sangat sulit. Ada dua alasan utama untuk ini: pertama, kamu bisa saja mengalami kesulitan menemukan pria/wanita yang bisa menunggu selama itu dan kedua, godaan fisik akan menjadi begitu sulit untuk dihadapi dalam jangka waktu yang lama.

Pertanyaan 5

Apakah baik untuk bertemu dengan seseorang menggunakan internet?

Jawaban 5

Berisiko!

Karena ini sangat bersifat satu sisi – artinya kamu hanya melihat apa yang dia ingin kamu lihat. Orang bisa menulis pesan yang telah disusun dengan hati-hati, benar-benar memilih tiap kata, kalimat, dan alinea tapi belum tentu itu adalah cerminan diri sebenarnya dari dia.

 

Pada kenyataannya, perkataan mereka bisa menjadi kasar dan ceroboh, tergesa-gesa memperkatakan sesuatu tanpa dipikirkan dan menyakitkan. Bahkan saat menggunakan Skype orang bisa bersikap sangat baik dan kamu benar-benar tidak tahu bagaimana sebenarnya mereka saat berinteraksi dengan orang lain: saat bersama ibu mereka, ayah, saudara laki-laki dan perempuan, teman, teman kerja, anjing mereka, dll. Bagaimana seseorang memperlakukan orang lain adalah indikator utama bagaimana dia akan memperlakukan kamu.

 

Yang tidak seharusnya kamu lakukan pada “Fase Pertemanan”

 

Apa yang tidak boleh dalam buku ini adalah penting karena itu adalah hal-hal yang sebaiknya tidak engkau lakukan dalam tahap ini dan ini akan mengijinkan engkau untuk pada satu titik mundur dari hubungan tersebut dengan baik-baik dan tanpa sakit hati, rasa malu, atau rasa canggung yang berlebihan.

 

1. Hati-hati saat memberikan kontak pribadi (alamat email atau nomor telepon) kepada lawan jenis yang belum terlalu kamu kenal, bahkan jika dia menyebutkan beberapa nama besar dan bilang “Aku mengetahui ini dan itu….” atau “Aku seorang Kristen…”

 

2. Jangan abaikan perasaan hatimu dan kehilangan kesempatan untuk mengenal seseorang lebih jauh. Melayani di team yang sama akan memberikan kesempatan untuk ngobrol tentang topik-topik yang ringan dan lucu dan mengijinkan engkau untuk mengenal orang tersebut lebih baik, memberikan engkau kesempatan untuk mengecek perasaan hatimu.

 

3. Jangan terlalu dekat. Jika kalian berteman di media sosial, berinteraksilah seperti kepada temanmu yang lain.

 

4. Jangan mengharapkan lamaran pernikahan. JADILAH TEMAN! Teman tahu kapan harus menahan diri.

 

5. Jangan membelikan hadiah-hadiah yang mahal!

 

6. Berhati-hatilah dengan sentuhan fisik, khususnya dengan perempuan. Perempuan diketahui akan menerjemahkan sentuhan sebagai tanda dari ketertarikan yang tinggi dan atau komitmen. Menurutku kamu akan setuju bahwa 3 langkah pertama di buku ini adalah langkah ‘pengenalan’ dan sepertinya terlalu cepat untuk membuat komitmen yang kuat.

 

7. Jangan menggoda! Menggoda berarti kamu menunjukkan ketertarikan pada seseorang yang mana kamu tidak ingin membangun hubungan serius dengan dia.

 

8. Jangan terlalu sulit untuk didekati! Hanya bersama-sama dengan kelompok teman-temanmu saja akan membuat itu lebih sulit untuk seseorang di luar kelompokmu untuk mendekati engkau.

 

9. Jangan abaikan dia hanya karena dia bukan tipemu. Terbukalah! Jadilah ramah!

 

10. Jangan sok jual mahal! Hanya bergaul dengan kelompok pertemananmu membuat keadaan lebih sulit untuk seseorang diluar kelompokmu untuk mendekatimu.

Tips untuk Teman-Teman

 

1. Cari kesempatan untuk memulai percakapan seperti biasa.

 

2. Ini hanyalah pertemanan! Jadi tolong coba perlakukan semuanya sama sebisa mungkin.

 

3. Jika kamu memiliki nomor teleponnya, hindari mengirim pesan singkat dengan ikon hati dan ciuman. Bangun hubungan pertemanan yang alami tanpa ada tekanan ekspektasi romantis.

 

4. Tidak akan ada yang terjadi jika kamu hanya melihat dia dari jauh. Lakukan sesuatu untuk menempatkan dirimu di dunianya. Lakukan pendekatan yang alami, bukan agresif. Terkadang, situasi bisa terlihat alami tapi kamu tahu bahwa butuh usaha lebih untuk menciptakan tampilan ‘alami’.

 

5. Ingatlah kadang-kadang kita akan menemui banyak kesulitan untuk mencoba dan konek dengan seseorang yang engkau tertarik, namun pada akhirnya engkau mengetahui bahwa dia tidak tertarik padamu. Walaupun mungkin engkau telah gagal secara hubungan romantis, tapi paling tidak engkau mendapatkan seorang teman! Ingatlah, melepaskan dia adalah tanggung jawab seorang teman yang baik.