Level 4 : Berpacaran

Pacaran adalah di mana pasangan menyatakan cinta mereka antar satu sama lain dan mengumumkannya kepada keluarga dan teman-teman mereka, “Kami sekarang berpacaran.” Tujuan dari fase ini adalah untuk mengkonfirmasi atau memastikan bahwa, “orang ini adalah orang yang tepat untukku.” . ”Ini adalah kesempatan untuk melakukan banyak hal menyenangkan bersama, seperti pergi makan malam, makan siang, menonton film, atau konser. Kamu menemukan dirimu perlahan-lahan bergerak menuju tingkat komitmen yang lebih tinggi dengan pandangan untuk akhirnya menikah. Pacaran adalah untuk siapa saja yang merasa yakin dengan cintanya dan yang merasakan respon yang sama kepada mereka.

Pertanyaan yang patut ditanyakan saat kamu di fase berpacaran:

1. Apakah dia berbuah dalam Tuhan?

2. Apakah dia hidup berdasarkan standar norma dari Tuhan?

3. Apakah dia berada di tempat yang tepat? secara spiritual dan emosional?

4. Apakah dia dikelilingi oleh orang yang tepat?

5. Apakah dia terbuka dengan perubahan dan petualangan?

6. Apakah dia memiliki pandangan dan sikap yang baik?

7. Apakah ini waktu yang tepat?

8. Apakah dia dekat dengan orang-orang disekitarmu? (teman, keluarga,dll)

9. Apakah kami mengalami lebih banyak cekcok dan konflik daripada momen menyenangkan?

10. Dapatkah kamu membayangkan bahwa pernikahanmu nanti dengannya akan menjadi hal yang luar biasa?

Sesi Pertanyaan

Pertanyaan 1

Apakah ada pasangan pilihan Tuhan untukku?

Jawaban 1

Hal yang menarik tentang ayat ini adalah bahwa ia (Yakub) diberi tahu untuk memilih dari “antara para putri.” Itu berarti bahwa ada lebih dari satu untuk dipilih, dan bahwa itu sepenuhnya pilihannya. Yakub memilih “Jodohnya” dari komunitas orang yang percaya. Intinya adalah kita punya pilihan. dan Tuhan tidak memilih untuk kita.

Pertanyaan 2

Bagaimana kita tahu jika dia adalah “Jodoh” kita?

Jawaban 2

KAMU DAPAT MENGETAHUINYA BEGITU SAJA! Kamu mungkin kesal ketika orang memberikanmu jawaban ini bukan? Tapi itu benar! Jika kamu perlu mengajukan pertanyaan ini, maka kamu mungkin belum pernah bertemu dengan ‘Jodohmu’. Itu bukan sesuatu yang harus kamu perjuangkan atau berusaha keras untuk mewujudkannya. Ini seru dan menyenangkan, meskipun kamu mungkin harus berusaha untuk di fase awal yaitu fase ‘Teman’. Ada konvergensi karakteristik pribadi dan nilai-nilai ilahi yang membuat ‘Jodohmu” menjadi pasangan yang sempurna.

Kualitas yang harus dicari dalam ‘”Jodoh” mu adalah kesuksesan/produktifitas dan sukacita

Ayat ini tidak hanya berbicara tentang pohon tetapi Yesus secara kiasan berbicara tentang manusia dan kehidupan mereka.

Pertanyaan 3

Kadang-kadang dia kehilangan kendali (secara emosional dan fisik) dan menjadi tidak rasional selama konflik. Apakah kondisi ini akan membaik dengan sendirinya dari waktu ke waktu?

Jawaban 3

TIDAK!!! Biasanya, orang-orang berperilaku sangat baik sebelum mereka menikah, jadi jika perilaku terbaiknya sudah ‘buruk’ sebelum menikah, bagaimana perilaku buruk mereka akan terlihat setelah kamu menikah? Kamu dapat yakin bahwa kamu akan melihatnya setelah menikah dan dia tidak akan berubah atau akan ada peningkatan.

Pertanyaan 4

Seberapa jauh kita bisa kontak secara fisik?

Jawaban 4

Ini adalah fase di mana mungkin ada kontak fisik seperti berpegangan tangan dan mungkin beberapa ciuman ringan. Jadi tetapkan batasan !! ‘Zona Bikini’ dan ‘Zona Speedo’ (bagian bawah pria) harus benar-benar terlarang (Jangan sentuh area ini).

 

Jika kamu menemukan dirimu melampaui batas, temukan di mana batas akhirmu dan aturlah batasmu sebelum batas akhir itu (semakin ketatlah dengan batas-batasanmu). Misalnya, jika Kamu menemukan dirimu melewati batas saat berciuman, maka Kamu mungkin membatasi waktu ciuman atau memiliki aturan ‘tanpa ciuman’.

 

Lakukan apa saja untuk tetap murni. Kalian berdua bertanggung jawab untuk melindungi area ini dari kehidupanmu !

Pertanyaan 5

Apa pandanganmu tentang hubungan jarak jauh?

Jawaban 5

Jika Kamu sudah ‘Pacaran’ selama beberapa waktu dan kemudian tiba-tiba kamu harus pindah ke hubungan jarak jauh, mungkin itu bisa saja (untuk beberapa bulan) untuk melanjutkan hubungan dengan jarak jauh, Karena Kamu sudah menetapkan tingkat komitmen yang kuat, dan kemudian kembali dan membereskan dimana terakhir kali kalian berada. Tetapi jika Kamu masih di Fase ‘Teman’ atau ‘Teman Khusus’ atau bahkan di ‘satu lawan satu’, Hubungan Jarak Jauh akan menjadi jauh lebih sulit karena Kamu belum menetapkan komitmen kuat untuk bersama dengan orang tersebut.

 

Dalam hal ini, Kamu tidak begitu mengenal satu sama lain dengan cukup baik untuk membuat komitmen kuat dan Kamu tidak akan bisa saling mengenal satu sama lain dengan cukup baik selama hubungan jarak jauh.

 

Kebanyakan pasangan yang memiliki hubungan jarak jauh tidak menyarankannya, dan mengatakan hal-hal seperti, “itu hanya membuang-buang waktu saja.” Bahkan pasangan yang hubungannya berhasil dengan baik pada akhirnya tidak merekomendasikan hubungan jarak jauh. Mereka mengatakan hal-hal seperti, “itu hanya sentuh-dan-pergi.”

Apa Yang Tidak Boleh Kamu Perbuat di Dalam Fase “Berpacaran”

1. Jangan hanya fokus dengan pasanganmu setiap saat dan mengisolasi dirimu sebagai pasangan. Tetaplah berteman dan pergi dengan teman-temanmu.

 

2. Jangan menghabiskan waktumu hanya berduaan di dalam rumah (undang teman-teman untuk hang out dengan kalian dan tinggalkan rumahmu disaat mereka pergi).

 

3. Jangan abaikan batasanmu!!!

 

4. Jangan menjadi posesif! Orang ini bukan milikmu!

 

5. Jangan beli hadiah mahal tau mewah, kecuali jika itu cincin berlian! Membeli hadiah mahal mungkin akan memberikan tekanan pada pacarmu, membuatnya merasa seperti kamu mencoba membeli kasih sayang mereka.

Tips untuk orang-orang yang berpacaran

1. Tetaplah bergaul dengan orang lain. Sangatlah penting untuk Kamu terus bangun hubungan dengan teman-teman wanitamu (jika kamu wanita) atau teman-teman priamu (jika kamu pria). Hanya karena Kamu punya pacar, tidak berarti teman-temanmu akan berhenti membutuhkan ikatan pertemenan darimu dan akan berhenti peduli denganmu.

 

2. Teruslah berdoa untuk pacarmu dan biarkan mereka mengejar cita-cita mereka dalam karir, edukasi, pelayan, dll.

 

3. Tegaskan bahwa hidupmu ada di dalam kehendak Tuhan dan bukan di dalam kehendak pacarmu.

 

4. “Berpacaran” adalah inisiatif dari pria! Tuhan sudah mengaturnya seperti ini!

itu artinya dia (wanita) tidak akan datang kepada mu, tapi kamu yang harus mencarinya di luar sana sampai kamu menemukan dia.

 

5. Gunakanlah sebanyak mungkin waktu yang diperlukan untuk membuat dirimu dan anggota keluargamu dan teman-teman mu terbiasa dengan ide bahwa sekarang kalian bersama.

 

6. Tetapkan batasan-batasan fisik!!

 

7. Jika pacarmu mulai membicarakan pertunangan, ini adalah saatnya kamu berbagi tentang masa lalumu, terutama hal-hal yang dapat mempengaruhi hubungan baru kamu. Contohnya, bicaralah tentang pengalaman hubungan seksualmu yang sebelumnya, seksual atau kekerasan fisik (tidak perlu terlalu detail – kebanyakan orang tidak ingin tau detailnya – hanya sharing/berbagi bahwa itu pernah terjadi biasanya sudah cukup), ceritalah tentang berbagai macam penyakit seksual yang mungkin kamu punyai, atau jika kamu mempunyai hutang/masalah kesehatan/kebangkrutan, dll.

 

Kamu hanya boleh membagi informasi ini disaat kamu sudah meraih level kepercayaan dan kerahasiaan yang sangat tinggi. Kebanyakan pasangan yang sudah meraih fase ini mempunyai komitmen tinggi untuk menjaga semua informasi rahasia/personal walaupun mereka sudah putus.

Pertanyaan

Batasan fisik seperti apa yang kamu pertimbangkan untuk diterapkan dalam hubunganmu?

‘Pacaran’: Tips untuk Para Laki-Laki

1. Ini adalah fase dimana seorang pria tau dia sudah siap untuk naik tingkat dalam komitmen mereka. Dia percaya diri atas cintanya untuk seseorang yang spesial dan ingin mengkonfirmasi bahwa dia (wanita) juga mempunyai perasaan yang sama untuknya; serta apakah mereka cocok untuk melanjutkan ke tahap pernikahan. Biasanya wanita ini adalah seseorang yang sudah lumayan dia kenal dan seseorang yang dia membuat dirinya senang saat dia mengajaknya “Berkenalan/Berkencan”.

 

2. Dia punya sebuah visi untuk hidupnya dan mempunya sebuah etika kerja yang baik. Visi yang baik dan disiplin bagaikan anak kembar, dan merupakan beberapa kunci keberhasilan dalam hidup Kamu, baik itu karier, pernikahan, atau menjadi orang tua.

3. Dia akan berusaha untuk memenangkan kasih sayang dari wanita itu, berbicara dengan wanita itu, dan mencari tau tentang diri dan dunia wanita itu, dan dia akan mencari apakah mereka mempunyai ‘percikan-percikan’ dalam sebuah level tertentu yang akan menjadi dasar untuk hubungan jangka panjang mereka.

 

4. Dia harus memperlihatkan kepada wanita & orang-tua wanita itu dan teman-teman dekat wanita itu bahwa dia adalah seseorang yang selama ini wanita itu tunggu dan impikan.

 

5. Laki-laki harus yang menetapkan batasannya! Jangan lepaskan ke pihak perempuan untuk bilang “Tidak!” Meskipun Tuhan menciptakan pria dan wanita serupa dan setara namun jadilah yang pertama berinisiatif dan tunjukkan sifat kepemimpinanmu dalam hubungan. Jangan terpengaruh oleh apa yang banyak orang di dunia ini lakukan!

‘Pacaran’ : Tips untuk Para Wanita

1. Di tahapan ini, seorang wanita akan mulai berbicara tentang laki-laki yang dekat dengannya dengan keluarga dan teman-teman dekatnya. Penting sekali untuk seorang wanita mendapatkan dukungan dari mereka. Jangan rahasiakan laki-laki itu dari teman dan keluargamu hanya karena kamu takut mereka tidak akan menerima dia. Semakin banyak kamu berbicara tentang dia, semakin banyak waktu untuk teman dan keluargamu ingin bertanya dan menyesuaikan dengan apa yang kamu telah pilih.

 

2. Aturlah batasan-batasan fisikmu! berpegangan tangan dan ciuman ringan mungkin masih di tingkat wajar, tapi jika kamu merasa tertekan untuk pergi ke tingkat berikutnya di setiap waktunya – ciuman untuk waktu yang lebih lama, bersentuhan lebih dari sekedar berpegangan tangan, bilang saja “Tidak! ini bukanlah hal yang sudah kita sepakati bersama”! Sebagai Pengikut Kristus, kamu tidak perlu merasa berkewajiban atau tertekan untuk ‘membuktikan cintamu’. Kamu tidak perlu membuktikan apapun. Satu-satunya hal yang harus Kamu buktikan adalah cintamu untuk Yesus dan keinginan untuk mengikuti perintahNya.