Level 6 : Pernikahan

Ada banyak hal yang diperlukan untuk membuat suatu pernikahan. Semua itu tidak hanya sekedar kamu mengatakan “Ya Saya Bersedia” dan membuat rencana honeymoon kalian. Hari pernikahan bisa saja terasa menakjubkan dan istimewa, tapi Pernikahan adalah suatu hal bersifat seumur hidup – seumur hidup belajar untuk menjadi ‘Satu Daging’.

‘Satu Daging’ yang di bicarakan di ayat ini mengartikan pembauran Roh, Pikiran dan Jiwa. Ini berarti melepaskan dan mengungkapkan semua mimpi, keinginan terdalam, energi dan cintamu kepada pasanganmu; MEMBERI dia hadiah terbaik – KAMU! Kamu berkomunikasi”I Love You” dengan cara yang paling intim. Tuhan mendesain seks untuk dua yang menjadi satu di dalam sebuah pernikahan.

Sesi Pertanyaan

Pertanyaan 1

Seberapa penting seks di dalam Pernikahan Pengikut Yesus?

Jawaban 1

Sangat penting sekali! Ketika berkat sex sudah terbuka di dalam pernikahan, berkat itu perlu di pelihara, di eksplorasi, dan terpenuhi secara teratur. Pertemanan saja tidak akan memuaskan dan sex saja juga tidak akan memuaskan kepuasan. Tapi pertemanan yang baik, di tambahkan dengan keintiman sexual yang baik, akan membangun Pernikahan yang sangat kuat dan memuaskan.

Pertanyaan 2

Seberapa sering sepasang suami istri harus bercinta?

Jawaban 2

Statistik menunjukan bahwa 2-3 kali seminggu sudah sangat memuaskan dan sudah cukup untuk memelihara hubungan sebuah pasangan. Tentu saja bercinta adalah suatu petualangan dan tiap pasangan harus mencari tau apa yang terbaik untuk mereka. Jika salah satu dari keduanya tidak merasa puas dengan tingkat ke intiman mereka, maka mereka harus mendiskusikannya. Mengubah jadwal, serta gerakan romantis, dapat membantu pasangan memprioritaskan aspek yang sangat penting dari pernikahan mereka. Luangkanlah waktu dan usahakanlah. Ini sangat, sangat penting!

 

Catatan: Gerakan romantis bersifat pribadi dan didasarkan pada preferensi individu. Dr Gary Chapman mengacu pada ungkapan cinta ini, sebagai ‘Bahasa Cinta’. Untuk informasi lebih lanjut tentang hal ini, bacalah ‘The Five Love Languages’ oleh Dr Gary Chapman.

 

Beberapa orang mungkin menghindari seks di dalam pernikahan mereka karena mereka mempunyai pengalaman sex yang membingungkan dan menyakitkan di masa lalu (masa kecil/remaja), contohnya seperti pelecehan seksual, penganiayaan, pemerkosaan, atau permainan seksual dengan teman dan / atau saudara kandung. Pengalaman seks masa lalu ini bisa menyebabkan kebingungnan sexual dan korbannya dapat mengaitkan seks dengan pengalaman invasif yang menyebabkan ketakutan dan keraguan tentang seks, alih-alih mengasosiasikan seks dengan Pencipta Luar Biasa yang membuat seks, indah, menggembirakan, memuaskan, dan murni untuk dinikmati dan dieksplorasi dengan pasangan yang penuh kasih dalam pernikahan. Kabar baiknya adalah bahwa Pencipta kita yang luar biasa juga dapat menyembuhkanmu!

Pertanyaan 3

Apakah kami harus berbagi informasi tentang akun Bank kami?

Jawaban 3

Tentu Saja! Pernikahan adalah gabungan dari pendapatan dan rekening bank kamu, dan keduanya (suami dan istri) harus memiliki akses ke laporan bank dan semua informasi keuangan.

Pertanyaan 4

Saya menikah dengan seorang pria yang tidak mempunyai kepercayaan tentang Tuhan yang sama denganku atau nilai-nilai pernikahan yang sama. Dia sudah meninggalkan pernikahan ini. Apakah aku boleh menikah lagi?

Jawaban 4

Alkitab menyarankan kita untuk tetap dalam status menikah dalam kasus ini, namun jika suami atau istri yang tidak beriman itu pergi, maka biarkan dia pergi, atau jika dia secara fisik menyakitimu, atau mengkhianatimu – biarkan dia pergi.

Jika suami / istri yang tidak beriman ataupun yang percaya berselingkuh dari kamu (percabulan), maka kamu memiliki hak untuk bercerai.

Tentu saja Tuhan mengasihi dan menjunjung tinggi perkawinan, jadi sedapat mungkin, kita perlu memperjuangkan pernikahan kita dan menjadi yang terbaik yang kita bisa untuk pasangan kita.

Tips untuk Pernikahan

1. Tetapkan Tuhan ada pusat pernikahan

Tuhan ingin seluruh hatimu! Kamu mungkin berpikir bahwa Pernikahan terdiri dari 2 individu saja, tapi sebenarnya ada pihak ke tiga yang bisa memberi arti yang lebih besar pada pernikahanmu – orang itu adalah Yesus Kristus. Dia sudah mempunyai rencana yang hebat untuk Kamu tapi Dia ingin menjadi orang nomor 1 di dalam hatimu, bahkan sebelum suami/istrimu. Tuhan tidak ingin mengambil cinta dari Kamu tetapi Ia ingin menuangkan cinta ke dalammu, sehingga Anda dapat memiliki cinta yang berlimpah. dan Kamu dapat berbagi cinta yang meluap ini dengan pasanganmu.

 

2. Tetapkan Kasih sebagai Dasar dari Pernikahanmu

Wow! Benar-benar dasar fondasi yang bagus!

Hei para lelaki, untuk mengasihi seorang istri berarti kamu rela berkorban dan mengesampingkan keinginan egoismu. Ini adalah jenis kasih yang dapat melelehkan hati seorang wanita. Jika kamu dapat mengembangkan jenis kasih ini, Istrimu akan selalu memandangmu dengan kekaguman dan rasa hormat. Jika kamu tidak bisa memandang ke orangtuamu sebagai contoh pernikahan yang baik, maka lihatlah kepada hidup Yesus sebagai teladan yang baik untuk di ikuti/pelajari.

 

Katakan ‘Aku Sayang Padamu’ setiap hari! Ini mungkin sulit di saat awal-awal, terutama jika kamu besar di dalam keluarga yang tidak pernah mengatakan ‘Aku Sayang Padamu’ kepadamu. Pada awalnya itu akan terlihat seperti fake/palsu, asing, dan aneh/tidak nyaman tapi jika kamu tetap gigih dan terus melakukannya, lama – kelamaan kamu akan menjadi nyaman dengan itu dan itu akan menjadi sebuah bagian ketulusan dari dirimu.

Hei para wanita, sepertinya hormat mengartikan Cinta/Kasih kepada para laki-laki. Jadi, berpeganglah pada suami mu dengan hormat, bicaralah hal yang baik tentang dia di depannya, di depan anak-anakmu dan semua orang di sekitarmu. Tetaplah berdoa dan percaya kepadanya karena dia mempunyai banyak keputusan yang harus dia lakukan dan itu membutuhkannya mencari Tuhan untuk jawabannya.

3. Tetaplah Suci

Jika kamu bisa menjadi suci/murni saat kamu lajang/single, kamu pun juga bisa menjadi suci saat kamu sudah menikah. Kesucian adalah untuk pernikahan! Kesucian/Kemurnian disaat masa pacaran yang membangun kepercayaan, keamanan, dan kesetiaan yang akan meluas ke dalam pernikahanmu. Itu berarti – kamu percaya pada satu sama lain untuk tetap menjaga batasan-batasan baik dan mempunyai kepercayaan diri bahwa disaat Suami/Istrimu di goda oleh seseorang, dia akan bisa tahan atau menemukan sebuah jalan untuk keluar dari godaan tersebut.

4. Jauhkan Pornografi dari Pernikahanmu!

Ayat tersebut tidak mengatakan – “Baiklah dada yang kamu lihat di majalah atau internet senantiasa memuaskan mu selalu…” Janganlah kamu terjerumus ke dalam sudut pandang sexual di dunia ini, mereka menjanjikan begitu banyak hal tapi sebenarnya hanya memberikan sedikit. Pada akhirnya, Pornografi akan mengacaukan pernikahanmu. Tidak akan ada wanita yang mau di nomor dua-kan terlebih lagi dinomor duakan gara-gara majalah atau sebuah video porno.

5. Biarkan Api Seksual Terus Terbakar dalam Pernikahan Kamu!

Kehidupan seks yang sehat adalah suatu keharusan dalam sebuah pernikahan. Sebuah komitmen untuk melakukan hubungan sexual yang intim yang teratur adalah perlindungan terbaikmu, terutama di kehidupan masa kini dimana kita selalu di kelilingi oleh pemikiran-pemikiran sexual. Jangan mengabaikan aspek ini di dalam pernikahanmu, bahkan jika membuahkan seorang anak; ketahuilah bahwa mereka adalah hadiah pemberian dari Tuhan, tapi mereka tidak pernah boleh merenggut/mengambil keintim-an hubungan sexual dalan pernikahanmu, begitu pula dengan video games, pergaulan sosial, ataupun pekerjaan yang mengharuskan kamu untuk tinggal jauh dalam sementara waktu.

6. Tetaplah Bekerja sebagai satu Tim.

Jadilah penyemangat terhebat untuk pasanganmu! Rayakan hal-hal baik bersama, Renungkan hal-hal sedih bersama, dan sadarilah kesalahanmu dan sepakat untuk belajar dari satu sama lain.

7. Be Quick to Resolve Problems!

Ayat ini mendorong kita untuk menghadapi amarah kita dengan cepat (sebelum berganti hari). Bukanlah hal yang lazim untuk kita tetap marah dari 1 hari ke hari berikutnya. Situasi ini akan menyebabkan kepahitan dan ketidakpengampunan. Apakah kamu tau bahwa menjadi marah adalah sebuah pilihan/keputusan? Kamu bisa memutuskan untuk tidak marah dan kamu bisa memutuskan untuk mengampuni (kamu bisa melakukannya dalam 1 hari atau kurang). Kamu tidaklah lepas kendali tapi jika kamu tetap memutuskan untuk tetap marah, ini akan merusak prospekmu untuk membangun sebuah hubungan yang sehat. Memilih untuk tidak marah tidak mengartikan untuk kamu berpura-pura bahwa tidak ada masalah; sebaliknya, kamu sebenarnya harus menghadapi masalah itu – berbicara bersama-sama dengan tenang dan dengan cara yang pintar akan selalu membawamu ke sebuah solusi. Menyelesaikan masalah lebih awal akan membawamu ke pembentukan tim yang hebat.

8. Tetap Memaafkan

Mengampuni adalah sebuah pilihan, bukan sebuah perasaan. Terlepas dari apakah kamu menyukainya atau tidak, Alkitab selalu menyarankan kita untuk memaafkan. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna, kita sering di hadapkan dengan pilihan untuk memaafkan atau tidak, terutama di dalam sebuah pernikahan. ‘Seberapa sering saya harus memaafkan?’

Petrus berpikir bahwa dia sudah murah hati, tapi di dalam opini Yesus, dia belum cukup murah hati.

Tetap menyimpan catatan kesalahan-kesalahan, mengartikan bahwa kita berulang-ulang memikirkan di dalam pikiran kita (menyimpan nya di dalam bank pikiran kita), kesalahan yang sudah di lakukan kepada kita, jangan pernah biarkan diri kita menambahkan hal baru (kesalahan kesalahan) di dalam list bank itu. Alkitab dengan jelas mengatakan untuk tidak mendendam. Dengan memaafkan tidak berarti kita tidak menghadapi masalah, persoalan dan orang yang sudah menyalahi kita. Jika keamanan kita terancam, kita perlu menghindari diri kita sendiri dari segala bahaya dan hadapi masalah itu dari jarak yang aman. Sering kali, ketika kita berurusan dengan apa yang sudah dikatakan dan dilakukan kepada kita dan kita berbicara tentang bagaimana hal itu mempengaruhi kita, kita akan mengetahui bahwa motif orang lain itu sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan dan dengan demikian masalahnya dengan cepat bisa diselesaikan. Dan, ngomong-ngomong, jika Kamu adalah orang yang melakukan hal yang salah, mengatakan maaf akan sangat membantu untuk menyelesaikan masalah dengan cepat. Bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan, terutama ketika kita salah, memang sulit tetapi ketika kita melakukannya, itu benar-benar bagaikan memadamkan api dan rasa sakit dari situasi tersebut.

kesimpulannya, murah hatilah untuk memaafkan. Ini berarti membebaskan orang lain, tapi yg lebih pentingnya adalah kita membebaskan diri kita sendiri untuk mendapatkan kehidupan yang paling baik, Kehidupan yang Tuhan mau untuk kita, bebas dari amarah dan kepahitan.

Pertanyaan

Sebutkan 3 hal yang dapat kamu lakukan untuk memecahkan masalah dalam pernikahan!