Bertumbuh dalam Hubungan dengan Yesus

Cara Menggunakan Media Sosial



Hikmat dari Alkitab

Di jaman digital saat ini, media sosial adalah alat yang berdampak kuat pada emosi, cara berpikir dan bagaimana kita terhubung. Meskipun menawarkan kesempatan untuk membagikan kebaikan Tuhan kepada masyarakat yang lebih luas, namun juga menghadirkan tantangan seperti perbandingan, gangguan, dan kebingungan. Alkitab menawarkan bimbingan yang tak lekang waktu untuk membantu kita mengatasi tantangan tersebut dan menemukan cara untuk menghormati Tuhan secara online.

Hal yang Utama, Tetap Terhubung pada Tuhan

Kita menghasilkan buah dari apapun yang paling dekat dengan kita.

Seperti apakah hal tetap berada di dalam Tuhan dalam penggunaan media sosial sehari-hari?

Itu mempengaruhi orang dengan cara yang berbeda, tergantung bagaimana kamu menggunakannya.

Bagaimana kamu ingin memberi dampak kepada orang lain secara online?

 

Menurut Kamu, bagaimana postingan dan interaksi kamu saat ini mempengaruhi orang lain? Apakah postingan dan interaksi kamu menyoroti kebaikan Tuhan atau menimbulkan kebingungan tentang kekuatan iman kamu?

Jaga Mata dan Hatimu

Sadar akan dirimu, analisis bagaimana apa yang kamu lihat melalui mata kamu mempengaruhi pikiran kamu

Bagaimana konten yang kamu tonton atau ikuti di media sosial mempengaruhi kamu?

 

Langkah praktis apa yang dapat kamu ambil untuk memastikan “Lampu” kamu tetap menyala penuh cahaya dan tidak gelap?

 

Jangan ambil sesuatu langsung masuk ke Hatimu, miliki sistem penyaringan..

Apakah ada beberapa suara negatif yang mengisi pikiranmu ketika kamu melihat media sosial?

 

Bagaimana kamu dapat menjaga hatimu dari pengaruh mereka?

Batasan mengarahkan pada kebebasan!

Media sosial dirancang untuk membuat ketagihan, memicu kadar dopamin tinggi di otak kita dan membuat kita menginginkan lebih, yang sering kali mengorbankan waktu dan kesehatan mental kita. Saat otak terbiasa dengan rangsangan yang konstan, hal itu dapat menyebabkan perasaan mati rasa, hampa, dan terputus dari dunia nyata di sekitar kita.

Batasan tidak membatasi kebebasan kita tetapi memberi kita kebebasan!

Bagaimana ketiadaan “dinding” atau batasan di media sosial menyerupai kota dengan tembok yang roboh?

 

Bagaimana kita dapat menetapkan batasan dalam penggunaan media sosial?

Contoh dari batasan:

waktu layar / ikuti dan batal mengikuti / bisukan / tombol tidak tertarik / aplikasi pemblokiran iklan / aplikasi perlindungan / miliki akuntabilitas / informasi yang berlebihan / orang asing / berinvestasi dalam hubungan di dunia nyata, dsb.

 

Ingat ini

 

Jangan Kehilangan Rasa Asin Kamu!

Seperti apakah menjadi garam dunia secara online dan tatap muka?

 

Pola atau tren duniawi apa di media sosial yang paling menggoda untuk diikuti dan mengapa?

 

Bagaimana kamu dapat melindungi pikiran kamu dari apa yang kamu sebutkan?

Study Topics